Pengaruh Penggunaan Abu Terbang (Fly Ash) terhadap Kuat Tekan dan Serapan Air pada Mortar.

Andoyo. 2006. Pengaruh Penggunaan Abu Terbang (Fly Ash) terhadap Kuat

Tekan dan Serapan Air pada Mortar. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.

Pembimbing: Drs. Hery Suroso, S.T, M.T dan Drs. Gunadi, M. T.

Kata kunci: Mortar, abu terbang, kuat tekan dan serapan air

Mortar atau spesi merupakan salah satu bahan bangunan yang berfungsi untuk merekatkan pasangan batu bata, batako, plesteran dan sebagainya. Selama ini mortar masih menggunakan semen portland dan kapur sebagai bahan ikat utama yang harganya cukup mahal. Pada sisi lain penggunaan mortar tidak memerlukan persyaratan yang terlalu tinggi. Oleh karena itu diperlukan alternatif bahan ikat lain yang memiliki harga lebih murah dan diprediksikan dapat meningkatkan kuat tekan mortar. Bahan ikat alternatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah sisa pembakaran batu bara, yaitu abu terbang.

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah prosentase abu terbang yang digunakan dalam mortar. Sedangkan variabel terikatnya adalah kuat tekan dan serapan air pada mortar. Penelitian menggunakan komposisi campuran dengan perbandingan berat bahan susun mortar yang terdiri dari semen portland (PC), abu

terbang (AT), kapur (KP) dan pasir (PS). Perbandingan komposisi campuran yang

dipakai adalah dengan prosentase abu terbang terhadap berat semen. Perbandingan tersebut adalah dengan komposisi abu terbang sebesar 0% (1PC : 0AT : 1KP : 8PS), komposisi abu terbang sebesar 10% (0,9PC : 0,1AT : 1KP : 8PS), komposisi abu terbang sebesar 20% (0,8PC : 0,2AT : 1KP : 8PS), komposisi abu terbang sebesar 30% (0,7PC : 0,3AT : 1KP : 8PS) dan komposisi abu terbang sebesar 40% (0,6PC : 0,4AT : 1KP : 8PS). Sampel yang diuji kuat tekan dan serapan airnya adalah sampel berbentuk kubus dengan ukuran 50 mm x 50 mm x 50 mm.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa penambahan abu terbang dengan prosentase tertentu dari berat semen ternyata dapat meningkatkan kuat tekan mortar. Peningkatan kuat tekan terjadi pada prosentase abu terbang sebesar 10% dengan kuat tekan pada umur 56 hari sebesar 100,72 kg/cm2 dan proyeksi kuat tekan karakteristik pada umur 28 hari (fc’) = 66,69 kg/cm2, pada prosentase abu terbang sebesar 20% dengan kuat tekan pada umur 56 hari sebesar 93,96 kg/cm2 dan proyeksi kuat tekan karakteristik pada umur 28 hari (fc’) = 62,16 kg/cm2, pada prosentase abu terbang sebesar 30% dengan kuat tekan pada umur 56 hari sebesar 83,41 kg/cm2 dan proyeksi kuat tekan karakteristik pada umur 28 hari (fc’) = 55,17 kg/cm2 dan pada prosentase abu terbang sebesar 40% dengan kuat tekan pada umur 56 hari sebesar 70,12 kg/cm2 dan proyeksi kuat tekan karakteristik pada umur 28 hari (fc’) = 46,42 kg/cm2. Sedangkan pada mortar dengan kadar abu terbang 0% didapatkan kuat tekan pada umur 56 hari sebesar 59,89 kg/cm2 dan proyeksi kuat tekan karakteristik pada umur 28 hari (fc’) = 42,34kg/cm2.

Penambahan abu terbang pada bahan ikat semen portland dan kapur juga membuat mortar menjadi lebih kedap air karena nilai serapan air mortar menjadi semakin rendah. Serapan air pada mortar dengan abu terbang 0% adalah sebesar 12,912%, pada prosentase 10% sebesar 12,119%, pada prosentase 20% sebesar 11,868%, pada prosentase 30% sebesar 9,31% dan pada prosentase abu terbang sebesar 40% nilai serapan airnya adalah 10,886%. Serapan air yang terjadi pada mortar masih memenuhi syarat yang ditetapkan oleh PUBI-1982.

Dari penelitian tersebut dapat diketahui bahwa abu terbang selain sebagai bahan pengikat alternatif juga dapat menjadi bahan pengisi (filler). Sebagai bahan pengikat, keberadaan abu terbang dapat meningkatkan kuat tekan mortar sedangkan sebagai bahan pengisi abu terbang dapat mengurangi serapan air pada mortar. Oleh karena itu, jika akan membuat mortar dengan bahan ikat semen portland dan kapur dapat ditambahkan abu terbang sebagai bahan yang mengurangi jumlah semen tapi mampu meningkatkan kuat tekan dan mengurangi serapan air pada mortar.

7 responses to “Pengaruh Penggunaan Abu Terbang (Fly Ash) terhadap Kuat Tekan dan Serapan Air pada Mortar.

  1. Mau tanya kalau membuat bata dari campuran pasir, sekamp, fly ash, bottom ash, semen via proses mesin press, hasilnya kalau digunakan untuk membuat dinding di rumah apa bisa timbul masalah kesehatan buat penghuninya.
    kami siap kirim sample bata tersebut untuk diuji..kalau hasilnya tidak berbahaya buat penghuni yg menggunakan bata hasil produksi tersebut bearti akan sangat bermanfaat untuk menjadi pengganti bata merah biasa..mohon dibantu untuk memberi kami informasi yang lebih dalam hal efek kesehatannya.trims

  2. bimbinganbelajarku

    iya mas, cukup aman kok. Saat ini bata dengan bahan dasar fly ash (atau bahan tambah fly ash) sudah banyak dipakai. Bahkan dari sisi berat juga lebih ringan tapi kekuatannya sama.

  3. pak gimana campuran/komposisi buat batu bata merah dengan tanah liat dan abu terbang apa bisa? apa kuat tanpa dibakar seperti batu bata merah biasa makasih

    • bimbinganbelajarku

      Mas hari Suseno, untuk campuran batu bata merah dengan fly ash memang belum banyak diteliti. Untuk sekedar tahu mas bisa membuat percobaan beberapa sample antara yang dibakar dan tidak dibakar. Hasil coba dibandingkan.

      Untuk analisa saya sementara ini lebih baik batu bata yang dibakar karena sifat fly ash yang seperti semen tentunya tidak akan melekat dengan baik terhadap butiran clay/tanah liat yang ada di batu bata.

  4. Mau tanya Pak, apakah berat mortar mempengaruhi kuat tekan? Krn setelah diuji ternyata mortar yg beratnya lebih ringan memiliki kuat tekan yg lebih besar dan sebaliknya. ( Mohon penjelasannya. Trimakasih

  5. mas mau nanya nih, “apa hubungan berat volume dan kuat tekan mortar”, karena ada penelitian pada proporsi 1Pc 5Ps dgn variasi F.A sebagai subtitusi dari berat semen sebanyak ,0,5,10,15,20,dan 25% seharusnya dalam penambahan kadar F.A mortarnya lebih ringan, namun ternyata mortarnya justru lebih berat dari kadar sebelumnya. ( misalnya dari 0%-15% terjadi penurunan berat namun pada 20% terjadi kenaikan berat volume lebih besar dari 15%), apa penyebab perbedaan berat volume…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s